
Baru 23 tahun kita bisa bertemu lagi , sungguh waktu yang relatif lama ,banyak perubahan terutama kamu telah berkeluarga dan mempunyai 2 (dua) cewek yang lucu-lucu , mereka adalah :
1.
Ghina Atsilah , remaja tanggung yang bersekolah di SMP 2 Subang, penerus jejak bapaknya . Mempunyai cita-cita yang luhur mau menjadi seorang profesional , dibidang apa neng geulis ?
2.
Ghea Atsilah ,masih duduk dibangku SD , yg bercita-cita mau jadi guru. Luhur dan mulia cita-citanya , engkau pahlawan tanpa tanda jasa, seperti rekan bapakmu , bapak& ibunya seorang guru , guru bapakmu juga ketika di SMP dan SMA.
Sungguh beruntung temanku engkau mempunyai dua mutiara , yang suatu kelak akan memberi kebanggan dan kesejukan. Kesejukan dalam menanti mereka berjalan menuju cita-citanya.
Selamat buat Ghina dan Ghea , terus belajar dan belajar jangan nakal seperti bapakmu waktu di SMP dan SMA dulu.
Teman nakalku ....... sebab kami bersahabat sejak kami SD sampai SMA , karena kami punya jiwa mencoba dan mencoba , berontak dan berontak, lalu seterusnya kami tahu makna hidup sesungguhnya.
Ghina dan
Ghea bertanyalah selalu pada bapakmu , karena bapakmu sumber dari ilmu , yg telah banyak asam garam pengalaman baik suka dan duka.
Bapakmu adalah pelita untuk menjalani masa depan yg lebih baik, sekalipun dulu bapakmu dan aku tak pantas ditiru perilakunya.
Ibumu adalah pelangi, sebab banyak warna dalam hatinya , maka hormati dan sayangi ibumu sepenuhnya karena sorga ada di telapak kaki ibumu.
Anakku berbaktilah pada kedua orang tua mu , suatu saat nanti kamu akan merasakan dan mengemban tanggung jawab seperti kedua orang tuamu.
Buat Wowo, aku menyebut bapak mu demikian anakku. Perjalanan hidup ini pada akhirnya membuat kita sadar , menjadi seorang bapak itu ibarat sang matahari , selalu harus menyinari dengan sinar terangmu agar selalu keluarga kita tak buta pada kehidupan kini yg serba instant maka jadikan
AGAMA sebagai sinar terang .
Seperti waktu kita kecil dulu selalu diajarkan guru ngaji kita (Pak Nana) ...
Ingatkah itu...... Pak Wowo
Maka Jagalah keluargamu selalu ceria, nyaman, dan bersahaja.
Ghina dan
Ghea yang pada suatu saat nanti akan membawa pada batas penantian, penantian yang membuktikan keselarasan antara keinginan mu dan realita dari kehidupan anakmu nanti.
Buat
Ghina dan
Ghea , tugasmu hanya belajar dan belajar , karena orang tua tak berharap lebih selain melihat anak-anaknya sukses dan berpegang teguh pada
AGAMA, itulah yang selalu diingatkan oleh kakekmu
RACHMAT SUNGKAWA.
Selamat ,,,,, berjuang Pak Wowo , anak dan keluargamu butuh kamu sebagai seorang
Nakhoda yang berani
Semoga.......
(
Ade Muharram)